| MERDEKA.COM. Ibarat bekerja dalam senyap, KPU bersama KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota telah menyelesaikan pekerjaan besar: menetapkan daerah pemilihan (dapil) DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Ini pencapaian luar biasa, karena ketidaklogisan dan ketidakkonsistenan dapil DPRD yang muncul sejak Pemilu 2004, kini berhasil ditata kembali sesuai dengan prinsip-prinsip pemilu demokratis. |
Sunday, March 31, 2013
KPU Sukses menata dapil DPRD, Semoga!
Surya Paloh kritik kebijakan pertanian Indonesia
| MERDEKA.COM. Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh mengkritik kebijakan negeri ini yang belum menghargai jasa para petani sebagai soko guru revolusi. Menurut dia kaum petani dibiarkan berkompetisi dengan produk asing yang semakin hari kian membanjiri pasar dalam negeri. |
Wednesday, March 27, 2013
Kombes Yoyol, kapolres tersibuk se-Indonesia
| MERDEKA.COM. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Suhardi Alius mengaku amat bangga dengan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol. Bukan tanpa alasan, Yoyol dipandang sebagai sosok polisi yang tak kenal lelah menangani berbagai kasus di pusat ibu kota. "Yoyol itu kapolres tersibuk di dunia semua kegiatan dia pegang. Kegiatan ada di pusat demo DPR semua itu ada di Polres pusat tapi dia tenaganya kuat," kata Jenderal bintang dua ini di Jakarta, Rabu (27/3) Bahkan saat menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya, Suhardi segan dan tak tega untuk membangunkan Yoyol. Dia tahu bahwa Yoyol sudah bekerja keras. "Dia itu jam 3 baru tidur ke mana-ke mana dulu. Kalau sudah tahu gitu saya enggak berani bangunin dia, kasihan dan enggak tega," ucapnya lagi. Namun memang diakui Suhardi belum banyak yang dilakukan Mabes Polri untuk perwira menengah yang dilantik pada 6 Agustus 2011 lalu. "Kalau untuk penghargaan urusan atasan. Tapi kita selalu support dia. Seperti yang saya lakukan dampingi dia dengan terjun langsung mengamankan demo," tutup Suhardi. |
Ini alasan PBB terima Susno Duadji jadi kader partai
| MERDEKA.COM. Komjen (Purn) Susno Duadji resmi terdaftar sebagai anggota Partai Bulan Bintang (PBB). Meski terbilang baru terjun ke dunia politik, namun Susno telah lama mengenal ketua umum partai PBB, MS Kaban semasa menjabat Menteri Kehutanan. |
DPD apresiasi putusan MK soal wewenang bahas RUU terkait daerah
| MERDEKA.COM. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan wewenang kepada lembaga negara hasil amandemen UUD ini untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait daerah. DPD pun menilai MK menguatkan peran lembaga ini dalam sistem legislasi di Indonesia. "Ini merupakan hari bersejarah dalam sistem ketatanegaraan kita sehingga tugas dan fungsi DPD memiliki tempat yang sepantasnya," ujar Ketua DPD Irman Gusman dalam konferensi pers di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (27/3). Irman mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan pemerintah dan DPR untuk membicarakan teknis pelaksanaan putusan ini. Hal ini karena putusan MK tidak berlaku surut, sedangkan ada banyak Undang-undang (UU) terkait daerah yang disahkan tanpa persetujuan DPD. "Kami akan mengadakan konsultasi dengan DPR dan Presiden untuk menindaklanjuti putusan MK," kata Irman. Sementara itu, Ketua Tim Litigasi DPD I Wayan Sudirta menyatakan, permohonan uji materi ini tidak diajukan untuk meminta kewenangan melebihi yang sudah ada. "Kami tidak meminta tambahan wewenang, hanya mengenai hak inisiatif dalam mengajukan RUU, pembahasan dan persetujuan," terang dia. Lebih lanjut, Wayan menambahkan, dengan putusan ini DPR tidak boleh lagi merendahkan status DPD dalam pembahasan RUU terkait daerah. "Terbukti pendapat DPD benar," pungkas dia. |
Pakar Prediksi Yudhoyono Tolak Jadi Ketum Demokrat
| Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lesmana memprediksi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan menolak usulan peserta kongres luar biasa (KLB) untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat. "Pak SBY itu orang cerdas. Dia mengetahui usulan itu merupakan jebakan untuk merendahkannya," kata Tjipta Lesmana usai "Dialog Kenegaraan: Peran Badan Kehormatan dalam Harkat, Martabat, Kehormatan, dan Citra Lembaga Legislatif" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu. Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah Ketua Badan Kehormatan DPD RI AM Fatwa, Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Teguh Juwarno, dan Mantan Anggota DPR RI Zein Badjeber. Tjipta Lesmana menjelaskan, jika Yudhoyono menerima usulan dan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat maka akan muncul persepsi bahwa dia lebih rendah dari Anas Urbaningrum karena mau menerima jabatan yang telah ditinggalkan Anas. Untuk menghindari persepsi negatif sekaligus menyelamatkan Partai Demokrat, Tjipta memperkirakan, pada saat para peserta KLB Partai Demokrat mengusungnya menjadi ketua um, Yudhoyono akan menolaknya tapi kemudian menunjuk seseorang untuk menjadi ketua umum. Menurut dia, figur yang diharapkan Yudhoyono adalah kader senior Partai Demokrat yang memiliki karakter tetang dan loyal kepada dirinya. "Figur tersebut yang sedang dicari oleh Pak SBY," katanya. Ketika ditanya siapa kader senior Partai Demokrat yang mendekati kriteria tersebut, Tjipta Lesmana mengatakan, mungkin saja Anggota Dewan Pembina Syarif Hasan dan Sekretaris Mejalis Tinggi Jero Wacik. Jika Jero Wacik yang ditunjuk untuk memimpin Partai Demokrat, menurut dia, maka harus mundur dari jabatan Menteri Energi dan Sumber Saya Mineral (ESDM) agar lebih konsentrasi mengurusi partai. Tjipta Lesmana juga memprediksi, pelaksanaan KLB Partai Demokrat di Bali, pada 30-31 Maret 2013, akan berjalan mulus tidak sampai muncul dinamika.(tp) |
Tuesday, March 26, 2013
Mami germo di Surabaya mau jadi caleg Partai Demokrat
| MERDEKA.COM. Kabar ada seorang mami germo mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Jawa Timur melalui kendaraan Partai Demokrat-pun, santer terdengar di Surabaya. Bahkan, dikabarkan si mami germo yang ingin duduk di kursi dewan itu, masih aktif mengoleksi purel-purel di salah satu pub ternama di Kota Pahlawan. |
Penyadapan Penting untuk Ungkap Korupsi
| Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi mengakui kewenangan penyadapan penting untuk mengungkap kasus tindak pidana korupsi. "Dalam melakukan korupsi sedemikian sulit pembuktiannya karena kebanyakan pelaku korupsi bertindak rapi, sistematis dan tertata sehingga dalam beberapa hal penyadapan jadi penting," kata penyidik KPK Novel Baswedan dalam diskusi media di KPK Jakarta, Selasa. Padahal saat ini Rancangan Undang-undang Hukum Acara Pidana yang dibahas oleh pemerintah dan DPR memerintahkan agar penyadapan hanya dapat dilakukan oleh penyidik atas perintah tertulis atasan penyidik setempat setelah mendapat surat izin dari Hakim Pemeriksa Pendahuluan (pasal 83 ayat 3). "Dalam keadaan normal atau umum permintaan izin ke pengadilan tidak masalah tapi kalau tidak normal atau khusus akan menjadi masalah, jadi hal ini harus ada mekanismenya," tambah Novel. Namun menurut salah satu penyidik dalam kasus korupsi kasus pengadaan alat simulasi roda dua dan empat di Korps Lalu Lintas tersebut, tidak semua kasus korupsi pembuktiannya dilakukan penyadapan. "Tidak semua tindak pidana korupsi pembuktiannya penyadapan, tapi karena korupsi dilakukan dengan rapi maka penyadapan menjadi penting," jelas Novel. Sejumlah kasus korupsi yang dibuktikan lewat penyadapan misalnya kasus suap dalam pengajuan Hak Guna Usaha di Buol, Sulawesi Tengah yang melibatkan Siti Hartati Murdaya maupun kasus korupsi pengadaan laboratorium komputer dan penggandaan Al Quran tahun anggaran 2011-2012 yang menyeret politisi Golkar Zulkarnaen Djabar. Dalam diskusi tersebut Novel juga mengakui bahwa kasus korupsi yang paling banyak ditangani KPK adalah terkait suap dan kerugian keuangan negara, tetapi penanganan kasus suap dapat dilakukan lebih cepat. "Suap cepat karena tidak ada variabel perhitungan kerugian negara dibanding kasus korupsi yan merugikan keuangan negara, jadi kalau kasus kerugian negara perlu waktu yang lebih lama," ungkap Novel. Kasus suap yang baru-baru ini terungkap adalah suap terhadap wakil Ketua Hakim Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono dan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian yang menyeret mantan Ketua Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Sementara kasus korupsi kerugian negara yang masih terus disidik korupsi meski sudah lama berlangsung adalah korupsi proyek Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang Jawa Barat dan kasus korupsi fasilitas pinjaman jangka pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. (tp) |